Waspada, Hipertensi dan Gagal Jantung Saling Berhubungan

 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi ketika tekanan diastolik lebih dari 140 mmHg. Sementara tekanan sistolik hipertensi berada di angka 90 mmHg atau lebih.

Hipertensi berdampak pada pembuluh darah sehingga bisa mempengaruhi kinerja organ tubuh lain. Namun, organ yang biasanya paling sering terkena dampak hipertensi ialah jantung.

Antara Darah Tinggi dan Serangan Jantung

Menurut dokter spesialis jantung bernama Siska S. Danny, penderita serangan jantung umumnya juga menderita hipertensi. Tidak hanya itu, darah tinggi juga bisa memicu terjadinya gagal jantung.

Hal ini dikarenakan jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Semakin tinggi tekanan darah, semakin keras juga kinerja jantung. Bila diibaratkan, kinerja jantung seperti halnya kinerja otot.

Ketika seseorang berlatih mengangkat beban, maka otot-ototnya juga akan membesar. Begitu pula dengan jantung yang bekerja dengan keras. Jantung tersebut akan menjadi kaku dan membengkak.

Akibatnya, asupan oksigen tidak akan cukup untuk memenuhi jantung sehingga dapat berujung pada serangan jantung. Oleh karena itu, darah tinggi haruslah segera ditangani agar tidak terjadi komplikasi.

Seputar Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan keadaan serius yang dapat membahayakan nyawa pasien. Untuk mengantisipasinya, kita perlu mengetahui gejala-gejala yang menandakan serangan jantung.

  1. Rasa nyeri seperti ditekan pada dada maupun lengan atas
  2. Tiba-tiba sulit bernapas
  3. Merasa mual setelah melakukan pekerjaan berat
  4. Berkeringat meskipun tidak melakukan banyak pekerjaan

Selain mengetahui gejala-gejalanya, kita juga perlu mengetahui seperti apa cara mencegah serangan jantung.

Meskipun kita menderita hipertensi, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini. Yang penting, kita bisa selalu berkomitmen dan disiplin.

Berikut adalah hal-hal yang perlu kita lakukan agar terhindar dari serangan jantung.

  1. Mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter
  2. Berhenti dan mengindari rokok
  3. Mengontrol berat badan, apabila tidak ideal, berat badan harus segera dikurangi
  4. Menghindari makanan yang mengandung kadar garam tinggi
  5. Tidak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak, terutama lemak trans
  6. Melakukan olahraga secara teratur
  7. Selalu berkonsultasi dengan dokter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *