Waspadai Balita Anda Terserang Autis !

1. Dapatkah Bayi Mangalami Autis ?

Gangguan autis adalah sebuah gangguan yang dapat menyebabkan anak-anak tidak dapat melakukan hubungan komunikasi yang baik dengan orang lain. Penderita autis dapat sulit berkomunikasi dan seringkali lebih senang sibuk dengan dunia individu.

Namun sayangnya tidak sedikit orang tua yang tidak menyadari saat anak mereka mendapatkan gangguan autis semenjak bayi. Autis dapat menyebabkan anak mempunyai perkembangan yang lebih lambat misalnya anak lambat bicara, keterampilan motorik, dan lain-lain.

Penyebab anak autis dapat dipicu oleh sekian banyak hal termasuk situasi kesehatan jasmani dan psikis ibu hamil.

2. Ciri-ciri Umum Bayi Yang Mengalami Autis

Ada beberapa ciri-ciri bayi yang mengalami autis. Pertama bayi autis tidak ada ekspresi dari wajahnya. Bayi yang menderita autisme maka ekpresi wajah terlihat datar.

Bayi akan sulit tertawa atau tersenyum ketika orang-orang sekitar melakukan hal tersebut. Gejala ini bisa diamati ketika bayi menginjak umur 9 bulan.

Kedua, bayi autis tidak respon pemanggilan nama. Bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan namun tidak merespon panggilan orangtua saat dipanggil bisa menjadi gejala autis. Orangtua sering mengira karena anak memiliki masalah pendengaran.

Namun sebenarnya bisa saja ini terjadi karena menderita autis. Terakhir, bayi autis lambat bicara. Beberapa bayi susah atau bahkan tidak mau mengeluarkan kata apapun setelah melewati usia 12 bulan. Hal ini bisa jadi bahwa anak mengalami autisme.

Dari tiga gejala awal bayi autis, orangtua bisa melakukan terapi yang baik untuk menyembuhkan sang anak. Mainan anak autis bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengatur pola pikir anak maupun bayi. Berikut permainan yang bisa dilakukan penderita autis:

1. Balok dan Lego
Balok dan lego bisa menjadi pilihan mainan anak autis. Anak dan bayi autis sering sulit untuk mengembangkan dalam hal visual atau arahan verbal.

Lego dan balok mampu membuat anak membangun sesuatu, sehingga membantu anak mengatasi kesulitan tersebut.

2. Buku
Bagi anak yang memiliki kosa kata yang terbatas, ini akan membantu anak untuk menambah pengetahuan mereka. Apabila anak lambat bicara, orangtua bisa mengajak anak mereka untuk turut mengikuti apa yang diucapkan orangtua walaupun masih menggumam.

Buku yang disediakan tidak perlu buku yang susah, cukup buku cerita anak yang mudah diingat. Orangtua dapat menambah gerakan untuk melatih visual anak.

3. Kartu Bergambar
Kartu bergambar juga memiliki kelebihan untuk merangsang daya ingat anak untuk menghafal huruf, angka, jenis hewan dan tumbuhan, dan sebagainya.